Pagi-pagi sekali, setelah mandi dan sarapan, mereka kembali ke tempat latihan. Tidak seperti biasanya, pagi ini Netero menyuruh mereka untuk berlari mengelilingi bukit sebanyak sepuluh kali.
"Ives." Panggil Biscuit.
"Hmm?" Ives menanggapi panggilan gadis itu sambil melanjutkan joging.
"Tidakkah kamu merasa cuaca ini tidak lagi mempengaruhi kita?"
"Mungkin?" Kalau dipikir-pikir memang benar juga. Setelah lebih dari satu minggu berlatih bersama dengan Netero, selain kekuatan dan stamina mereka meningkat, nampaknya mereka juga semakin tahan dengan hawa dingin ini. Terakhir kali mereka bahkan sparing dengan pakaian kasual.
"Bukankah ini berarti kita bertambah kuat?" Mood Biscuit meningkat. Walaupun dia seorang wanita, dia memang cukup mendambakan kekuatan. Berlatih bisa dikatakan adalah hobi kedua favoritnya selain mengkoleksi batu-batuan indah.
"Kamu benar, dan kita akan menjadi jauh-jauh lebih kuat di masa depan." Katanya sambil tersenyum. Mereka masih belum menguasai Nen, dan ketika Nen mereka terbuka, potensi nyata mereka akan terungkap.
"Kamu nampak begitu yakin. Apakah ini ada hubungannya dengan kekuatan Aneh yang sempat kamu tunjukkan kepadaku?" Mempercepat jogingnya, Biscuit belari berdampingan dengan pria idamannya.
"Benar. Apakah kamu pikir Netero bisa sekuat itu tanpa kekuatan spesial itu? Aku tahu ada rahasia besar yang masih belum kita ketahui. Mengetahui hal ini, masa depan nampak begitu cerah dan indah." Ives tertawa kecil.
"Membicarakan masa depan, selain menjadi spesialis Hunter, apa mimpi utamamu?" Tanya Biscuit.
"Mengapa kamu bertanya?" Tanyanya dengan menggoda.
"Ayolah, karena aku ingin tahu." Biscuit menyenggol pria nakal itu.
"Kamu dulu, setelah itu akan aku beri tahu."
"Baiklah, baiklah. Tujuan utamaku yaitu untuk menemukan batu atau mineral yang belum pernah ditemukan oleh siapapun di dunia ini!" Biscuit berkata dengan penuh semangat. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa hampir semuanya telah dipetakan dan ditemukan di dunia ini, tapi, dalam dirinya dia benar-benar yakin ada beberapa yang masih belum ditemukan.
"Kamu pasti akan menggapai mimpimu, Biscuit."
"Benarkah?" Tidak diremehkan olehnya membuatnya senang.
"Mengapa tidak? Dunia ini luas, sangat luas... Aku pernah mendengar sebuah legenda tentang batu permata yang katanya datang dari dunia luar, mungkin kamu dapat menemukan batu legenda itu?"
"Hmm, memang menarik. Mungkin aku perlu mencari informasinya nanti." Kata Biscuit sambil memegang dagunya.
"Oke, giliranku selesai, sekarang giliranmu. Katakan padaku, apa mimpimu yang sebenarnya."
"Keabadian." Katanya dengan senyum lebar.
"Eh?" Mendengar itu, Biscuit tiba-tiba berhenti.
"Itu terdengar gila... Kamu tahu apa yang kamu katakan, kan?" Meskipum mimpinya terdengar gila, tapi dia sendiri tidak merasa ingin mencemoohnya, hanya perasaan kebingungan. Apakah pria ini benar-benar bermaksud ingin meraih keabadian?
"Apakah kamu percaya padaku, Biscuit?" Berbalik, dia menatap wanitanya dengan ekspresi serius.
"Ya, tapi-"
"Dan itu sudah cukup." Ives tiba-tiba meraih tangan si manis dengan sambil tersenyum kecil. "Aku akan menunjukkan padamu bahwa mimpiku bukanlah mimpi belaka. Aku akan meraih keabadian dan bersama-sama kita akan mencapai transendensi!"
Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
