Cherreads

Chapter 33 - Bab 33

"Apakah kamu sudah mengirimnya?" Tanya Biscuit secara tiba-tiba. Dalam perjalanan dia dan Ives saling merangkul, dan jujur perasaan hangat yang dia rasakan cukup membuatnya ketagihan, walaupun cuaca dingin sendiri tidak lagi terlalu berpengaruh kepadanya.

Dan ngomong-ngomong, meskipun masih musim dingin, anehnya hutan ini sangat hijau. Bahkan beberapa hewan yang harusnya berhibernasi terlihat lalu lalang selama perjalanan mereka.

"Mengirim apa?" Ives jelas heran. Apa yang dimaksud gadis ini?

"Mengirim surat. Bukankah kamu berjanji mengiriminya surat?"

"Maksudmu Honora? Masih belum." Ives menggeleng.

"Jadi kamu lupa?"

"Haha, tidak, hanya saja belum sempat. Nanti pasti akan aku kirim. Dan ngomong-ngomong, mengapa kamu tiba-tiba menanyakan tentang hal ini?"

"Takutnya kamu tidak menempati janji atau lupa." Biscuit menjawab singkat.

"Kamu pikir aku pembohong? Pernakah kamu melihatku tidak menempati janji?" Ives balik menggoda sembari mencubit pipi gadis itu.

"Hei, jangan mencubit pipiku! Dan tidak." Biscuit cemberut lucu.

"Nah, itu kamu tahu. Aku akan mengirimnya nanti, dan mari tidak membahas hal ini lagi, takutnya kamu akan cemburu, hehe." Dia terkekeh.

"Hmph, terserah."

Setelah setengah jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di Air Terjun yang di maksud. Dan benar saja, air terjun itu benar-benar indah, bahkan ada danau berukuran sedang di bawahnya.

"Wah, indah sekali!" Melihat pemandangan ini, mood Biscuit kembali naik.

"Memang." Ives ikut mengaguminya.

"Hei, apa yang kamu lakukan?" Melihat pria itu pergi ke pinggir danau sembari melepas baju atasnya, Biscuit langsung menutupi kedua matanya sambil sedikit mengintip dari celah-celah jarinya.

"Mandi. Setelah latihan, tubuhku agak berkeringat." Ives menjawabnya dengan nada polos. "Mau mandi bersama denganku?"

"Tidak, air itu pasti dingin." Biscuit langsung menggeleng. Ini masih musim dingin, tahu!

"Danau ini tidak membeku, dan lihat? Tidak dingin sama sekali." Katanya sambil membuktikan bahwa air itu benar-benar tidak dingin.

"Hmm~ baiklah..." Setelah ragu-ragu sejenak, Biscuit akhirnya setuju. Mendekat, dia menerima uluran tangan pria itu dan secara perlahan melangkah masuk ke dalam danau.

"Tunggu, apakah kamu ingin berenang sambil mengenakan pakaianmu?"

"Hmph, jangan pikir aku tidak tahu keinginanmu yang sebenarnya." Biscuit menolak dan menjawab dengan sombongnya.

"Baiklah, baiklah." Ives hanya mengangkat bahu. Jika dipikir-pikir, pakaian training yang mereka kenakan memiliki ketebalan sedang, dan jika benar-benar direndam oleh air, pakaiannya masih akan tampil tembus pandang. Dia tahu ini, tapi apakah Biscuit tahu? Mungkin tidak.

Airnya sangat jernih dan kedalaman terdalamnya adalah lima puluh meter. Dari atas Anda sudah bisa melihat beberapa ikan kecil yang berenang di area dalam dan permukaan. Mereka yang menyaksikan pemandangan eksotis ini pasti akan terpesona dan merasa fresh.

Memang dari pelatihan panjang yang telah mereka lalui, liburan adalah apa yang mereka butuhkan.

"Biscuit, ayo mendekat ke arah air terjun."

"Ayo, yang tercepat adalah yang juara!" Tersenyum licik, Biscuit berenang lebih dulu saat dia mengatakan itu.

"Dasar curang!" Dari belakang Ives berteriak sambil tertawa.

"Susul aku kalau bisa, hahaha!" Tawa manis Biscuit menggema di area air terjun itu.

Keduanya terus berlomba, dan pemenangnya jelas, Biscuit. Dia bisa menyusul, tapi demi menghibur gadis ini, dia mengalah.

Setelah puas berenang dan bermain bersama, mereka kembali menepi. Kebetulan ada batu datar yang bisa mereka gunakan untuk tidur-tiduran, dan mereka memutuskan untuk beristirahat di sana.

Mungkin karena terlalu lelah, Biscuit siang itu ketiduran, dan sebagai gadis yang lincah, tidur gadis ini juga sering berpindah-pindah. Tiba-tiba dirangkul oleh gadis itu, Ives hanya tersenyum sambil mengelus rambutnya.

Biscuit adalah gadis yang manis, dan dia sudah naksir kepadanya sejak lama. Tapi karena mereka masih muda, dia belum mencoba melangkah ke langkah berikutnya. Untuk itu mari tunggu sampai setidaknya tujuh belas atau delapan belas tahun dulu, tidak perlu terlalu terburu-buru.

Menatap ke arah angkasa, dalam hati dia merasa bahwa hari ini begitu indah.

Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.

More Chapters