Thump!
Batu kubik itu bergerak sembari menghasilkan suara gesekan keras yang nyaring!
Ives yang menyaksikan hal ini kaget. Baru beberapa minggu yang lalu Biscuit hanya mampu mendorongnya sampai sejauh beberapa jengkal saja, tapi sekarang dia berhasil mendorongnya sejauh dua meter, dan terus bergerak!
"Ayo!" Wajah Biscuit sudah merah, tapi dia tetap memaksa tubuhnya untuk terus bergerak. Dan saat menyentuh angka tiga meter, dia akhirnya berhenti sambil terengah-engah. Mungkin karena terlalu lelah, Biscuit lupa bahwa batu itu akan kembali ke titik awal setelah beberapa detik tidak bergerak. Untung saja ada Ives, dia dengan sigap menarik dan berhasil menyelamatkannya.
Berakhir di pelukan pria itu, kedua pipinya langsung merona. Dia berkeringat dan tidak ingin mengotorinya, tapi karena dia terlalu lelah, dia tidak memiliki kekuatan tersisa untuk mendorngnya pergi. Jadi dengan malu-malu dia hanya memeluknya.
"Kerja bagus, Biscuit." Ives memuji sembari mengelus rambut pirang gadis itu.
"Terima kasih..." Jawabnya dengan suara lemah.
"Sekarang istirahatlah. Aku ingin melihat seberapa jauh perkembanganku juga." Mendudukkan gadis manis itu ke samping, dia pergi ke depan batu kubik itu.
"Ives, semangat!" Dari samping Biscuit menyemangatinya.
"Hmm." Ives memberinya anggukan. Memposisikan kedua tangannya di batu itu, dia mulai mendorongnya. Dan benar saja, batu itu benar-benar bergerak!
Satu meter, dua meter, tiga meter, batu itu terus bergerak, begitu juga keringatnya yang terus berkucuran. Menyentuh angka lima meter, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras beserta debu yang berterbangan, tapi dia tidak menghiraukannya dan terus mendorongnya. Ketika menyentuh angka enam meter, Ives sudah tidak tahan dan akhirnya berhenti. Tidak ingin terlindas, dia langsung melompat ke samping dan pergi menghampiri Biscuit sambil mengusap keringatnya.
"Ba-bagaimana bisa kamu mendorongnya sejauh itu?!" Biscuit kaget.
"Apakah kamu tidak ingin memberiku selamat?" Melihat ekspresi imut gadis itu, dia hanya terkekeh. Mengapa perkembangannya lebih drastis sudah jelas, ini karena pelatihan tambahannya. Seperti yang dia jelaskan sebelumnya, manfaat meditasi dalam membangunkan Nen benar-benar semakin kuat seiring berjalanannya waktu.
"Hmph, kamu curang! Tapi, tetap, selamat." Meskipun gadis itu pada akhirnya memberi selamat kepada prianya, tapi tetap dia kesal. Dia tidak ingin ditinggal oleh pria ini!
"Jangan marah, Biscuit. Kamu pasti akan menyusul cepat atau lambat." Ives mencoba menghiburnya.
"Hmph, tetap saja. Tapi, apakah ini ada hubungannya dengan pelatihan tambahanmu? Jika ya, maka mulai sekarang aku tidak akan kalah dan akan berlatih juga!"
"Itulah Biscuit yang aku tahu, penuh semangat. Dan ya, ini ada hubungannya dengan pelatihan tambahanku." Sikap tsundere dan keras kepala gadis ini justru membuatnya semakin imut.
"Mari hentikan pelatihan kita untuk hari ini. Aku sudah capek." Kata Biscuit sambil melakukan akimbo, tapi nyatanya dia masih cemberut dan tidak ingin memikirkan kekalahannya secara terus menerus.
"Oke, oke. Mengapa tidak mengecek ke arah sana? Aku dengar ada air terjun indah di sana, mungkin kita bisa melihatnya?" Ives menuruti keinginan gadis itu, dan tidak lupa menyarankan saran yang cukup menarik.
"Air terjun, benarkah? Oke, karena kamu memaksa, maka ayo pergi." Tanpa banyak basa-basi, Biscuit langsung berbalik dan pergi menuju arah yang sebelumnya ditunjuk oleh Ives.
'Gadis ini.' Dari belakang dia hanya bisa menggeleng sambil tersenyum. Jogging ringan, dia berjalan di samping gadis itu lalu merangkulnya.
Di tempat lain.
"Ohohoho... Menarik, menarik." Di dalam kamar ekslusif, Netero yang akan menghadiri acara penting sempat-sempatnya meluangkan waktu mengawasi pelatihan murid-muridnya.
Melalui gestur-ok tangan kanannya, dia menyaksikan sendiri perkembangan pesat mereka. Biscuit mampu mendorong batu seberat sepuluh ton itu sejauh tiga meter, sedangkan Ives menembus angka dua puluh ton.
Benar, selain memiliki mekanisme kembali ke posisi awal, batu itu juga memiliki mekanisme penambahan berat sebanyak dua kali lipat setiap lima meter! Jadi, jika batu itu menyentuh angka lima meter maka batu itu akan secara otomatis menjadi seberat dua puluh ton, dan ketika mencapai jarak sepuluh meter, berat batu itu akan dikalikan menjadi empat puluh ton, dan begitu seterusnya.
"Lebih cepat dari yang aku duga, tapi aku lebih suka ini. Selanjutnya akan menjadi Nen, aku sudah tidak sabar." Bagaimana dia dapat mengaktifkan Nen mereka sudah dia pikirkan, terutama untuk Ives. Semua sparing yang telah dilakuakan bukan tanpa alasan, dan setiap kali dia melawan anak muda itu, dia merasakan kuncinya semakin mengendur. Tinggal menunggu waktu saja sebelum Nen anak muda itu benar-benar terbangun.
Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
