Dingin, Biscuit dan Ives berjalan sambil sesekali mengusap tangan mereka. Tidak jauh di depan adalah dojo yang mereka tuju, Shingen-ryu dojo!
Masuk ke halaman dojo, anehnya mereka tidak melihat satupun orang atau murid di sana. Memang aneh, tapi mereka mencoba menghiraukannya. Sesampainya di depan pintu, Ives berinisiatif untuk mengetuk pintu, tapi saat tangannya akan menyentuh pintu kayu itu, tiba-tiba terdengar suara pria dari dalam.
"Masuklah." Nadanya santai, tapi terdengar sangat jelas dan cukup keras.
Merasa heran, Biscuit menatap ke Ives. Apakah orang di dalam sudah mengetahui kedatangan mereka? Tapi bagaimana bisa? Semua jendela dojo ditutup, dan sudah seperti sejak kedatangan mereka.
Ives mengangkat bahu lalu mendorong pintu masuk. "Hnn?" Kaget karena pintu itu tidak mau terbuka, dia mencoba mengerahkan lebih banyak tenaganya dan baru kemudian pintu itu bisa terbuka.
Dari suara deritan keras pintu kayu itu, dia dalam hati bertanya-tanya, sebenarnya seberapa berat sih pintu ini? Jujur saja sejak kedatangannya ke dunia ini dia belum pernah mengukur kekuatannya secara sistematis. Dia mungkin salah, tapi mungkinkah pintu ini seberat seratus kilo? Mungkin lebih?
Saat pintu terbuka, mereka melihat seorang pria yang duduk bersila sambil memunggungi mereka.
"Aku telah menunggu kalian." Berdiri, pria paruh baya itu berbalik dan tersenyum sinis ke arah mereka.
"Ketua, aku datang menghadiri undangan Anda." Melangkah ke depan, Ives menyapa dengan hormat.
"Aku tahu, aku telah mengawasi kalian sejak kalian menginjakkan kaki di bandara."
"..."
"Apakah kamu menguntit kita?" Mata Biscuit berkedut. Sekarang dia berpikir pak tua ini cukup menyeramkan.
"Haha, tidak juga, tapi kamu bisa mengatakannya begitu." Netero tertawa sambil mengelus janggutnya. "Sekarang ikuti aku." Netero dengan santai berjalan menuju pintu keluar.
Dari belakang Ives dan Biscuit mengikuti dengan patuh, dan ternyata mereka di bawa ke lapangan belakang. Di sana anehnya tidak ada apa-apa, hanya bidang lapang yang diselimuti oleh salju.
"Sekarang, aku ingin kalian melawanku." Berdiri di tengah-tengah lapangan, Netero menatap mereka dengan tenang. Walaupun dia berkata dia ingin mereka melawannya, tapi posisinya tetap santai dan tidak seperti ingin mengambil ancang-ancang untuk bertarung.
"Kita baru saja sampai, dan Anda sudah ingin latih tanding dengan kita?" Ives menatap pak tua itu dengan heran. Dia tahu dia cukup aneh, tapi, sungguh?
"Masih bersalju juga, dan sekarang sudah hampir malam." Biscuit membuka telapak tangannya sambil melihat ke atas.
"Jangan banyak tanya, kalian mau apa tidak." Netero menggaruk lehernya.
"Baiklah, aku sendiri ingin melihat seberapa kuat kamu."
"Aku tahu kamu kuat, Ketua Netero, tapi jangan remehkan kita." Biscuit melakukan fist-bump sambil menatap pak tua itu dengan wajah serius.
Mengangguk ke Ives, Biscuit dan Ives melesat ke depan. Secara bersamaan, mereka melakukan kombinasi serangan ke arah pak tua itu!
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
"Oh? Hoho, menarik." Sembari menghindar, senyum Netero tumbuh. Dari pergerakan mereka, dia sudah bisa menebak bahwa mereka cukup sering bekerja sama, dan kombinasi serangan mereka juga sangat terorganisir, walaupun ada dua hal yang benar-benar kurang, yaitu kekuatan lemah dan lintasan serangan yang mudah terbaca.
"Hop!" Menunduk sebelum tendangan terbang Biscuit mengenai wajahnya, Netero mengerahkan sedikit kekuatannya pada otot-otot pahanya lalu menyerang dagu Biscuit dengan palm-trust.
"Ah!!!" Biscuit yang terkena serangan itu terbang sejauh beberapa meter sebelum jatuh ke tumpukan salju.
"Naif~" Melirik ke samping, Netero terkekeh dan menghindar.
Ives yang ingin menjatuhkan Netero dari belakang tiba-tiba terjungkir ke depan dengan wajah terlebih dahulu. Duduk dengan cepat, dia salto dan berdiri sekali lagi. Tanpa aba-aba dia sekali lagi menerjang ke depan dengan tinju yang terkepal erat, dan Bang! Suara benturan keras terjadi.
'Apakah aku mengenainya?' Dalam hati Ives sudah mulai senang, tapi kemudian dia mengetahui bahwa ternyata pak tua ini berhasil menangkisnya!
"Percobaan bagus." Netero memujinya. Mencengram tinju bocah itu, dia langsung membantingnya ke tanah dan mengunci lengannya di belakang punggungnya.
"Apakah kamu menyerah?"
"Grr..." Mengerahkan seluruh kekuatannya, otot-otot lengan dan punggungnya menggembung, tapi tidak peduli seberapa keras dia berusaha, dia tetap tidak bisa keluar dari kuncian pak tua ini.
"Ives!" Biscuit yang sebelumnya diterbangkan Netero kembali dan menyerang Netero sekali lagi, ingin membantu Ives.
Seperti yang diharapkan, Netero berhasil menangkap kaki Biscuit tepat waktu dan membuatnya tergantung di udara. "Oh?" Dengusan mesum bahkan keluar dari mulut baunya.
"Dasar mesum!" Tahu pak tua itu mengintip celana dalamnya, Biscuit berteriak dan ingin segera memukul wajah pak tua menyebalkan itu.
"Ahem, sampai di sini dulu. Aku sudah menyiapkan dua ruangan untuk kalian menginap. Istirahatlah karena besok latihan kalian akan dimulai." Netero melepaskan mereka berdua dan menunjuk ke sebuah bangunan sederhana yang berdiri di dekat dojo.
Setelah memberi tahu tempat di mana mereka bisa menginap, Netero pergi.
"Dasar pak tua sialan!" Biscuit masih menggeram.
"Tenanglah Biscuit, aku akan membantumu membalaskan dendammu. Aku akan menghajar wajah bau pak tua itu. Yah, setidaknya tidak sekarang." Dia tahu dia bukan tandingan pak tua itu, dan jika dia ingin menghajarnya, dia perlu menguasai Nen terlebih serta meningkatkan kekuatannya.
"Sekarang mari istirahat, aku sudah lelah."
"Oke." Biscuit mengangguk.
Kembali ke Netero.
'Pria muda itu sudah dekat, tapi Biscuit perlu lebih banyak dorongan. Menarik, menarik...' Di dalam dojo, Netero bersila sambil mengelus dagunya.
Tidak disangka bahwa Ives sudah sangat dekat dalam kebangkitan Nen-nya, faktanya dia sudah menggunakannya, walapun hanya terkonsentrasi di beberapa titik dan dia menggunakannya tanpa kontrol penuhnya. Mungkin karena latihan yang tidak lengkap dia hanya berhasil membuka Aura Nodes pada titik tertentu. Adapun untuk Biscuit, dia perlu lebih banyak berlatih.
Dia sudah menyiapkan dua latihan berbeda untuk mereka, dan seharusnya dalam satu atau dua bulan kedepan keduanya sudah bisa membangkitkan Nen mereka.
Umumnya memerlukan waktu panjang untuk membangunkan Nen, tapi dengan potensi dan bakat mereka, dibimbing oleh Master sepertinya sudah sewajarnya jika hasil dapat dilihat hanya dalam waktu singkat.
Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
