Ursa Major. Untuk sesaat — perang yang membakar seluruh konstelasi seperti kehilangan pusat perhatiannya. Bukan karena armada berhenti bertempur. Bukan karena para jenderal menghentikan pertempuran mereka. Melainkan karena ada sesuatu yang jauh lebih mencolok terjadi di langit perang.
Dua cahaya. Satu perak. Satu hijau gelap. Bertabrakan berkali-kali hingga membelah ruang angkasa.
*BOOOOOOM!! *
Ledakan dahsyat mengguncang sektor pertempuran. Gelombang kejut menyapu ribuan kilometer. Beberapa kapal perang yang terlalu dekat langsung kehilangan keseimbangan. Sebagian lainnya bahkan hancur hanya karena terkena dampak benturan.
*WHOOSH! *
Pegasus menghilang. Lalu muncul di belakang Hydra. Tombak peraknya melesat.
*CLAAANG!! *
Hydra berbalik dengan kecepatan yang mustahil. Pedang berantainya menangkis serangan itu. Percikan energi menyala seperti bintang yang meledak. Sebelum salah satu dari mereka melanjutkan serangan — keduanya kembali menghilang.
*KRAAAK!! *
Ruang retak. Lalu keduanya muncul ribuan kilometer dari posisi sebelumnya.
*BOOOOOM!! *
Ledakan lain mengguncang konstelasi.
Mereka tidak lagi bertarung di satu tempat. Mereka berpindah-pindah ruang. Muncul. Menghilang. Bertabrakan. Lalu menghilang lagi. Kecepatan mereka telah melampaui batas yang mampu diikuti sebagian besar prajurit. Bahkan sensor banyak armada gagal mengunci posisi mereka. Yang terlihat hanya kilatan cahaya. Dan ledakan yang muncul setelahnya.
---
Di salah satu sektor pertempuran —
Tyrannons menghentikan langkahnya. Pedangnya masih berada di tangannya. Matanya tertuju ke langit. Ke arah pertarungan Pegasus dan Hydra. Untuk beberapa saat — ia benar-benar kehilangan kata-kata.
*BOOOOM!! *
Satu benturan lagi mengguncang ruang. Tyrannons menyaksikan sebuah kapal perang besar hancur akibat terkena serangan yang bahkan tidak ditujukan kepadanya. Hanya dampaknya saja. Hanya serangan nyasar. Dan hasilnya sudah cukup menghancurkan armada.
"Dia kuat sekali..." gumamnya. Ia tahu Pegasus kuat. Namun melihatnya secara langsung adalah pengalaman yang berbeda. Ksatria dari Konstelasi Pegasus itu benar-benar mampu berdiri sejajar dengan Hydra. Makhluk yang selama ini dikenal sebagai penakluk konstelasi.
Tidak jauh dari sana. Thraxor perlahan menurunkan pedangnya. Aura yang sebelumnya memenuhi area mulai mereda. Ia tidak mengalihkan perhatian karena takut. Bukan juga karena kehilangan semangat bertarung. Melainkan karena rasa penasaran. Matanya memperhatikan setiap benturan yang terjadi.
"Hm..." senyum tipis muncul di wajahnya. "Jadi itu kekuatan sebenarnya." Ia telah mendengar banyak cerita tentang Pegasus. Namun cerita tetaplah cerita. Melihat langsung jauh berbeda. Dan harus diakui — Pegasus benar-benar mengesankan.
---
*KRAAAASH!! *
Hydra mengayunkan pedangnya. Rantai-rantai panjang menyapu ruang seperti ular raksasa. Pegasus berteleport menghindar. Namun salah satu rantai hampir mengenainya. Ledakan besar tercipta ketika rantai itu menghantam asteroid di belakang. Asteroid tersebut langsung lenyap. Bukan hancur. Melainkan benar-benar lenyap.
---
Di sektor lain —
Capricorn masih berdiri dengan trisulanya. Di hadapannya. Taurus tetap seperti gunung yang tidak tergoyahkan. Sementara Virgo yang berada di antara mereka mulai merasa lelah.
"Kalian berdua..." keluhnya. "Tolong jangan mulai lagi."
Namun bahkan Capricorn dan Taurus kini tidak lagi memperdebatkan apa pun. Perhatian mereka tertuju pada satu arah. Pertarungan Pegasus dan Hydra.
*BOOOOOOM!! *
Cahaya perak dan hijau kembali bertabrakan. Tekanan energi yang muncul sampai terasa di tempat mereka berada.
Virgo membelalak. "Itu gila," bisiknya.
Capricorn menyipitkan mata. Tatapannya mengikuti pergerakan Pegasus. Kemudian ia mengangguk pelan. Sebuah pengakuan yang jarang keluar darinya. "Dia cukup hebat," ucapnya.
Virgo menoleh. Capricorn tidak mudah memuji orang lain. Apalagi petarung.
Taurus juga memperhatikan pertarungan itu. Setelah beberapa saat — ia berbicara. "Pegasus lumayan kuat." Kalimat singkat. Tetapi cukup membuat Virgo terkejut. Karena Taurus hampir tidak pernah memberikan penilaian kepada orang lain. Apalagi secara langsung.
Capricorn mengangguk. "Hydra bukan lawan biasa," katanya. "Namanya ditakuti oleh banyak konstelasi. Dan tidak tanpa alasan." Tatapannya tetap tertuju pada medan tempur. "Tapi Pegasus mampu mengimbanginya."
Virgo menatap pertarungan itu sekali lagi. Ia benar-benar memahami mengapa Konstelasi Pegasus dihormati di seluruh galaksi. Bukan hanya karena wilayah mereka suci. Bukan hanya karena sejarah mereka. Tetapi karena para penjaganya memang memiliki kekuatan untuk melindungi apa yang mereka yakini.
---
Di pusat pertempuran —
Pegasus dan Hydra kembali muncul berhadapan. Keduanya berhenti sesaat. Napas mereka masih stabil. Tatapan mereka tetap tajam. Tidak ada yang mau mundur. Tidak ada yang mau kalah.
Hydra menyeringai. Beberapa kepalanya tertawa bersamaan. "Kau membuatku semakin bersemangat, Ksatria konstelasi."
Pegasus memutar tombaknya. Cahaya perak mengelilingi tubuhnya. "Kalau begitu teruslah bertarung," jawabnya tenang.
Keheningan sesaat muncul.
Lalu — *BOOOOOOOOOOM!! *
Kedua sosok itu melesat kembali. Benturan mereka menciptakan cahaya yang terlihat dari berbagai sektor Ursa Major.
