Cherreads

Chapter 684 - Bayangan dari Sang Penakluk

Medan perang Ursa Major masih dipenuhi ledakan. Armada kekaisaran. Pasukan pemberontak. Armada konstelasi Hydra. Dan berbagai kekuatan lain terus bertempur tanpa henti.

Di antara semuanya — pertarungan Pegasus dan Hydra masih menjadi pusat perhatian.

*CLAAANG!! *

Tombak perak Pegasus kembali bertabrakan dengan pedang berantai milik Hydra. Gelombang energi menyebar ke segala arah. Ruang angkasa bergetar. Keduanya kembali saling menjauh.

Kali ini — Pegasus sedikit mengernyit. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Sesuatu yang terasa aneh. Seolah ada energi yang bergerak mendekat dari kejauhan. Energi yang tidak asing. Energi yang pernah ia rasakan sebelumnya. Namun ia tidak dapat mengingat dari mana.

"Ini..." gumam Pegasus. Matanya menyipit. Mencoba memahami perasaan tersebut. Kesalahan. Meskipun hanya sesaat. Tetapi di hadapan lawan seperti Hydra — sesaat saja sudah cukup untuk menyerang.

Hydra langsung menyeringai. "Kau lengah."

*WHOOSH!! *

Tubuh Hydra menghilang. Muncul tepat di depan Pegasus. Mata seluruh kepalanya menyala bersamaan.

Pegasus langsung tersadar. Sudah terlambat.

*BOOOOOOOOM!! *

Pedang berantai Hydra menghantamnya secara langsung. Benturan dahsyat mengguncang ruang angkasa. Tubuh Pegasus terpental seperti meteor. Menembus beberapa puing perang. Lalu menghantam salah satu kapal besar armada Tartanos.

*KRAAAAAASH!! *

Dinding kapal penyok. Alarm darurat langsung berbunyi. Beberapa prajurit pemberontak yang berada di dalam bahkan terjatuh akibat guncangan tersebut.

---

Di ruang komando armada Tartanos —

Rea membelalak. "Itu Pegasus?!"

Salah satu operator langsung memeriksa layar. "Dia baru saja menghantam lambung luar kapal!"

Rea segera berdiri. Sebelum sempat melakukan apa pun — Pegasus sudah keluar dari reruntuhan logam. Sedikit terluka. Tetapi masih berdiri.

Hydra melayang di kejauhan. Tawa beberapa kepalanya bergema. "Hahaha! Kau hampir mati." Salah satu kepala menyeringai. "Kau tahu itu, kan?"

Pegasus mengusap sedikit darah di sudut bibirnya. Tetap tenang.

Hydra menunjuknya dengan pedang. "Melawanku berarti tidak boleh kehilangan fokus. Kalau lengah sedikit saja —" Aura gelap menyelimuti tubuhnya. "— maka tamat riwayatmu."

*BOOOOOOM!! *

Energi hitam kehijauan meledak dari tubuh Hydra. Gelombang tekanan menyebar ke seluruh sektor perang. Beberapa armada langsung mengaktifkan perisai tambahan. Sensor mereka mulai menunjukkan angka yang tidak normal.

Pegasus langsung memasang posisi bertarung. Instingnya memperingatkan sesuatu.

---

Hydra perlahan mengangkat tangannya. Dan ruang di belakangnya mulai retak.

*KRRRRRAAAAKKK!! *

Retakan itu membesar. Semakin besar. Semakin lebar. Hingga akhirnya sesuatu muncul dari dalam kegelapan. Awalnya hanya bayangan. Kemudian kepala. Lalu tubuh. Dan akhirnya seluruh sosoknya.

Makhluk mengerikan yang dilapisi armor tulang berduri. Tubuhnya dipenuhi simbol kuno. Matanya bersinar hijau gelap. Dan ukurannya — sangat besar. Sangat luar biasa besar. Bahkan sebagian armada terlihat seperti debu di dekatnya. Makhluk itu hampir menyamai ukuran sebuah bintang kecil dalam sistem tersebut.

Kemunculannya saja membuat banyak prajurit membeku.

"Apa itu?!" "Itu monster?!" "Tidak mungkin..."

Suara kepanikan terdengar dari berbagai saluran komunikasi. Beberapa komandan kehilangan kata-kata. Karena mereka belum pernah melihat makhluk sebesar itu sebelumnya.

Hydra tertawa puas. "Perkenalkan," katanya. "Salah satu ciptaanku yang paling setia."

Monster itu mengeluarkan raungan yang mengguncang ruang. *RAAAAAAAARRRRGHHH!! * Gelombang energi menyapu seluruh area. Banyak kapal kecil langsung terdorong menjauh.

---

Di kejauhan —

Virgo membelalak. Capricorn juga terlihat serius. Ukuran monster itu benar-benar luar biasa.

Namun ada satu pengecualian. Taurus. Raksasa Zodiac berkepala banteng itu hanya memandang sekilas. Kemudian kembali diam. Bagi kebanyakan orang — monster tersebut terlihat seperti ancaman besar. Tetapi bagi Taurus... makhluk itu masih tampak kecil. Perbedaan tingkat kekuatan mereka terlalu jauh.

Yang membuat suasana menjadi lebih aneh — monster raksasa itu justru berhenti bergerak ketika matanya bertemu dengan Taurus. Tubuhnya menegang. Raungannya terhenti. Dan untuk sesaat — makhluk itu tampak gemetar.

Virgo berkedip. "Apa yang terjadi?"

Capricorn menyipitkan mata. Ia juga menyadarinya. Monster itu takut. Takut kepada Taurus.

Taurus sendiri tidak melakukan apa pun. Tidak mengeluarkan aura. Tidak mengancam. Bahkan tidak berdiri. Ia hanya menatap sebentar.

Capricorn menghela napas. "Aku mulai kasihan pada makhluk itu."

Virgo langsung mengangguk. "Aku juga."

---

Tidak jauh dari mereka. Capricorn kembali memperhatikan medan perang. Trisulanya masih berada di tangannya. Jelas terlihat bahwa ia ingin turun tangan.

"Inilah kenapa aku harus ikut," katanya.

Virgo langsung bergerak menghadangnya. "Tidak."

Capricorn mengernyit. "Tapi—"

"Tidak."

"Tapi situasinya—"

"Tidak."

Capricorn memijat pelipisnya. Virgo benar-benar keras kepala saat menyangkut hal seperti ini.

---

Sementara itu. Di pusat pertempuran. Pegasus kembali mengangkat tombaknya. Tatapannya tertuju pada Hydra. Lalu kepada monster raksasa di belakangnya.

Pertarungan yang sudah sulit — baru saja menjadi jauh lebih berbahaya.

More Chapters