Cherreads

Chapter 681 - Senjata Sang Penakluk

Perang di Ursa Major semakin membara. Di berbagai sektor, armada kekaisaran dan pasukan pemberontak masih saling menghancurkan. Ledakan demi ledakan memenuhi ruang angkasa. Planet-planet di sekitar medan perang terus menerima dampak dari konflik yang semakin besar.

Perhatian banyak pihak kini tertuju pada satu pertarungan. Pertarungan antara dua simbol yang berbeda. Pegasus Wings. Ksatria suci dari Konstelasi Pegasus. Hydra. Sang penakluk konstelasi.

---

*WHOOSH! *

Tubuh Pegasus menghilang. Lalu muncul kembali di sisi kanan Hydra.

*CLAAANG!! *

Tombak peraknya menghantam salah satu kepala Hydra. Percikan energi menyebar. Sebelum Hydra sempat membalas — Pegasus sudah menghilang lagi.

*WHOOSH! *

Muncul di belakang. *CLANG! * Kemudian di atas. *CLANG! * Lalu di depan. *CLANG! *

Hydra menggeram. Kepala-kepalanya bergerak ke berbagai arah. Mencoba mengikuti pergerakan lawannya. Namun sia-sia. Pegasus terlalu cepat. Bukan sekadar kecepatan terbang biasa. Ia seperti melompati ruang itu sendiri. Berpindah dari satu titik ke titik lain dalam sekejap. Muncul. Menyerang. Lalu menghilang lagi.

Setiap serangan meninggalkan luka baru pada tubuh Hydra. Meski sebagian besar kepala yang terpotong masih bisa tumbuh kembali — tekanan dari Pegasus terus meningkat.

*BOOOM!! *

Salah satu tebasan tombak menghantam bahu Hydra. Tubuh raksasa itu terdorong mundur.

Pegasus melayang beberapa meter darinya. Sayap peraknya bersinar terang. Tatapannya tetap tenang. Namun penuh fokus. Ia tahu Hydra bukan lawan yang bisa diremehkan. Kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal.

---

Hydra menundukkan kepalanya. Beberapa tetes darah energi menetes dari tubuhnya. Kemudian — tawa pelan terdengar.

"Hahah..."

Pegasus tidak bergerak.

Hydra kembali tertawa. Kali ini lebih keras. "Hahaha..." Lalu semakin keras. "HAHAHAHAHA!!"

Gelombang energi menyebar ke segala arah. Beberapa prajurit yang berada terlalu dekat langsung menjauh. Mereka mengenali sesuatu. Hydra tidak marah. Hydra justru senang.

"Kau luar biasa, Pegasus," ucap salah satu kepalanya. "Kau benar-benar membuatku terdesak."

Kepala lain menyeringai. "Sudah lama sekali tidak ada yang mampu melakukan ini."

Pegasus mengangkat tombaknya. "Aku tidak datang untuk menerima pujian."

Hydra tertawa lagi. "Itulah yang membuatmu menarik."

---

Kemudian sesuatu berubah. Aura Hydra mulai meningkat. Perlahan. Namun terus bertambah. Ruang di sekitarnya bergetar. Energi hitam kehijauan menyelimuti tubuhnya.

Pegasus langsung waspada. Instingnya mengatakan satu hal. Hydra sedang bersiap.

*KRRRRTTTT... *

Suara aneh terdengar dari tubuh Hydra. Lapis demi lapis tulang mulai muncul. Menutupi bahu. Lengan. Dada. Dan seluruh tubuhnya. Dalam beberapa detik — armor mengerikan terbentuk. Armor yang terbuat dari tulang berduri. Setiap duri memancarkan energi berbahaya. Seolah mampu merobek apa pun yang menyentuhnya.

Bahkan para prajurit Hydra sendiri terlihat kagum. Tidak banyak yang pernah melihat pemimpin mereka menggunakan perlengkapan itu.

Pegasus menyipitkan mata. "Itu..."

Hydra mengangkat salah satu tangannya. "Sudah lama aku tidak memakainya," katanya. Salah satu kepala tertawa. "Kau harus merasa terhormat." Kepala lainnya menyeringai. "Karena tidak banyak orang yang berhasil memaksaku sampai tahap ini."

---

Kemudian ruang di samping Hydra mulai retak.

*KRRRAAAKK!! *

Celah kecil muncul. Dari dalamnya — sesuatu perlahan keluar. Awalnya hanya rantai. Panjang. Gelap. Dan penuh simbol kuno. Lalu muncul gagang pedang. Kemudian bilahnya. Pedang besar berwarna hitam kehijauan. Dengan rantai panjang yang melilit di sekelilingnya seperti ular hidup.

Pegasus langsung merasakan perubahan tekanan. Senjata itu berbeda.

Hydra menggenggam pedang tersebut. Dan seluruh medan perang seolah menjadi lebih sunyi. Banyak prajurit membeku. Beberapa komandan langsung mengenali senjata itu. Wajah mereka berubah pucat. Mereka pernah mendengar kisahnya. Senjata yang digunakan Hydra untuk menaklukkan berbagai konstelasi. Senjata yang mengakhiri banyak peperangan. Dan senjata yang menjatuhkan para pemimpin dunia.

Hydra mengayunkan pedangnya perlahan. Rantai-rantai panjang bergerak di belakangnya seperti makhluk hidup. Mata seluruh kepalanya tertuju pada Pegasus.

"Kau tahu, Pegasus..." ucap Hydra. "Aku mengalahkan banyak penguasa dengan senjata ini." Rantai-rantai itu bergetar. Memancarkan aura yang membuat ruang angkasa terasa berat. "Ada yang disebut pahlawan. Ada yang disebut legenda. Ada yang dianggap tak terkalahkan."

Hydra mengangkat pedangnya. "Tetapi pada akhirnya —" Aura gelap meledak dari tubuhnya.

*BOOOOOOOOOOM!! *

"— mereka semua jatuh."

---

Pegasus tidak menjawab. Ia hanya menggenggam tombaknya lebih erat. Cahaya perak mulai menyelimuti seluruh tubuhnya. Sayapnya membuka lebih lebar. Energi suci memenuhi ruang di sekitarnya.

Hydra menyeringai. Pegasus memasang posisi bertarung.

Keduanya saling menatap. Dua simbol. Dua keyakinan. Dua kekuatan besar. Mereka berdua bersiap bertarung tanpa menahan diri.

Sementara di seluruh Ursa Major, gelombang energi dari bentrokan yang akan datang mulai terasa.

More Chapters