Cherreads

Chapter 669 - Duel di Aquila

Medan pertempuran di konstelasi Aquila telah berubah menjadi sunyi yang menegangkan. Bukan karena pertarungan berhenti. Justru sebaliknya. Pertarungan yang terjadi kini berada pada tingkatan yang membuat banyak orang bahkan tidak berani mendekat.

Di salah satu wilayah luar Aquila, pecahan asteroid dan puing kapal melayang di angkasa akibat benturan-benturan dahsyat yang terjadi sebelumnya. Di tengah kehancuran itu — Kaidles tampak melayang dengan napas sedikit berat. Ekspresinya tidak lagi santai. Matanya terus memperhatikan sosok yang berdiri jauh di hadapannya.

Sosok yang tidak bergerak sedikit pun. Asgard. Pelindung legendaris konstelasi Aquila. Tubuhnya yang menyerupai boneka berlapis armor berdiri diam di atas sebuah kapal yang sudah kehilangan sebagian lambungnya. Ia tidak menunjukkan emosi. Tidak menunjukkan kemarahan. Bahkan tidak menunjukkan niat bertarung.

Namun justru itulah yang membuat Kaidles semakin waspada. Semakin lama ia bertarung, semakin ia menyadari sesuatu. Asgard bukan petarung biasa. Ia lebih mirip sebuah sistem pertahanan hidup. Atau mungkin senjata kuno yang diberi jiwa.

"Cih..." Kaidles memutar pedang raksasanya. Lalu melesat maju. Kecepatannya begitu tinggi hingga ruang di sekitarnya bergetar. Dalam hitungan detik ia sudah berada sangat dekat dengan Asgard.

Namun — sebelum pedangnya mencapai target — puluhan lingkaran cahaya muncul di sekitar tubuh Asgard.

Kaidles langsung menyadarinya. "Tidak lagi!"

*BOOM! BOOM! BOOM! BOOM! *

Puluhan serangan energi meluncur keluar secara bersamaan. Semuanya mengarah tepat ke dirinya. Kaidles segera mengubah arah. Tubuhnya berputar menghindari rentetan serangan itu. Namun masalahnya bukan di situ. Serangan-serangan tersebut tidak berhenti. Mereka justru berbelok. Mengubah lintasan. Dan terus mengejarnya.

"Apa-apaan ini?!" Kaidles menggeram.

Serangan itu bergerak seperti rudal yang memiliki kesadaran sendiri. Tidak peduli ke mana ia menghindar. Tidak peduli secepat apa ia bergerak. Puluhan proyektil energi itu tetap membuntutinya.

*BOOM! *

Salah satu serangan meledak di dekat bahunya. Ledakan besar mendorong tubuhnya menjauh. Belum sempat menstabilkan posisi — gelombang serangan berikutnya sudah datang. Kaidles mengayunkan pedangnya. Satu tebasan menghancurkan beberapa proyektil. Namun jumlahnya terlalu banyak. Ledakan demi ledakan memenuhi ruang hampa. Membentuk hujan cahaya yang terus memburunya.

---

Di kejauhan —

Seleneva memandang pertarungan itu dengan tidak percaya. Ia pernah mendengar legenda tentang Asgard. Mendengar cerita dan menyaksikannya secara langsung adalah dua hal yang berbeda. "Legenda memang sangat kuat..." gumamnya pelan.

Crimgard yang masih dalam keadaan lemah juga menatap sosok pelindung Aquila itu. Matanya dipenuhi kekaguman.

Asgard bahkan hampir tidak bergerak. Sejak kemunculannya, ia hanya berdiri di tempat. Mengangkat tangan sesekali. Lalu membiarkan sistem senjata miliknya bekerja. Namun hasilnya sudah cukup membuat seorang jenderal kekaisaran kewalahan.

---

Di medan perang —

Kaidles kembali mencoba menerobos. Kali ini ia meningkatkan kecepatannya hingga batas maksimal. Tubuhnya berubah menjadi kilatan cahaya yang melesat lurus ke arah Asgard. "Kalau aku tidak bisa menghindar — maka aku akan menghancurkanmu sebelum seranganmu mengenainya!" teriaknya.

Tepat saat ia mendekat — ratusan titik cahaya muncul di sekeliling Asgard.

Mata Kaidles langsung membelalak. "Ratusan?!"

Dalam sekejap — semua titik cahaya itu berubah menjadi proyektil energi. Masing-masing mengunci keberadaannya. Lalu meluncur bersamaan.

*BOOOOOOM!! *

Ledakan raksasa mengguncang wilayah itu. Cahaya putih memenuhi angkasa. Gelombang kejut menyapu asteroid dan puing kapal di sekitarnya.

Ketika cahaya mulai mereda — terlihat Kaidles berhasil bertahan. Namun armornya kini dipenuhi retakan kecil. Jubahnya juga telah rusak di beberapa bagian.

Kaidles benar-benar merasa tertekan. Ia menatap Asgard yang masih berdiri tanpa ekspresi.

Kaidles menggenggam pedangnya semakin erat. Lalu tersenyum tipis. Meski berada dalam posisi sulit — semangat bertarungnya justru mulai bangkit.

"Ini menarik..." gumamnya. "Sangat menarik."

Di hadapannya, Asgard perlahan mengangkat satu tangan lagi. Dan ratusan lingkaran cahaya kembali bermunculan di sekitar tubuhnya.

More Chapters