Perang di Ursa Major telah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada yang dibayangkan siapa pun. Ledakan terus terjadi tanpa henti. Armada baru berdatangan dari berbagai arah. Kapal perang hancur setiap menit. Dan yang paling parah — medan perang terus meluas.
Awalnya hanya beberapa wilayah yang terdampak. Namun kini hampir seluruh bagian konstelasi mulai terseret ke dalam konflik. Satu demi satu sistem bintang menjadi korban. Planet-planet mengalami kerusakan. Sabuk asteroid lenyap menjadi debu kosmik. Bahkan beberapa bintang kecil kehilangan stabilitas akibat gelombang energi dari pertempuran para petarung kuat.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama — lebih dari lima sistem bintang telah hancur. Lalu jumlah itu bertambah. Tujuh. Delapan. Sepuluh. Dan terus meningkat.
---
Di tengah medan perang —
Arcas melihat semuanya. Matanya mengikuti kehancuran yang menyebar ke berbagai penjuru Ursa Major. Wajahnya yang biasanya santai perlahan berubah. Tidak ada lagi senyum. Tidak ada lagi keluhan malas yang sering ia lontarkan. Yang tersisa hanyalah kemarahan. Murni. Dan nyata.
"Itu..." Ia melihat sebuah sistem bintang yang selama ini menjadi jalur perdagangan penting Ursa Major hancur oleh serangan armada. "...sudah keterlaluan."
Tangannya mengepal kuat. Aura di sekeliling tubuhnya mulai berubah. Para prajurit Ursa Minor yang berada di dekatnya langsung menyadarinya. Mereka tahu apa yang akan terjadi.
Arcas mengangkat kepalanya. Lalu mengaktifkan kekuatan yang jarang ia gunakan.
*BRRRRRMMM!! *
Gelombang energi merah meledak dari tubuhnya. Rambut merahnya mulai berkibar liar. Bukan seperti diterpa angin. Melainkan seperti nyala api yang terus bergerak. Matanya yang biasanya berwarna kuning berubah. Kini kedua matanya bersinar merah terang. Bukan api. Melainkan kristal merah yang memancarkan energi penghancur.
Prajurit di sekitarnya langsung mundur beberapa langkah. Mereka mengenal kekuatan itu. Kekuatan khas keluarga Ursa. Namun berbeda dengan Callisto yang mengendalikan kristal ungu yang lebih stabil dan elegan — Arcas mewarisi kristal merah. Kekuatan yang jauh lebih agresif. Jauh lebih destruktif. Dan jauh lebih sulit dikendalikan.
Arcas mengangkat tangannya ke depan. Lalu berteriak kepada armada Ursa Minor.
"Semua petarung terkuat! Sekarang ikut denganku!"
Suara pewaris Ursa Minor bergema di seluruh jalur komunikasi. Puluhan kapal elit langsung bergerak. Mereka tahu pemimpin mereka telah benar-benar marah. Dan saat Arcas marah — musuh biasanya akan mengalami hari yang sangat buruk.
---
Di sisi lain medan perang —
Napstylea memperhatikan perubahan itu. Ia menyeringai tipis. "Akhirnya dia serius."
Tak jauh darinya — Zero juga melihat ledakan aura merah tersebut. Zero perlahan mengencangkan genggamannya. Lalu mengaktifkan daya penuh armornya.
*WHOOOMM!! *
Aura emas dan hitam menyelimuti tubuhnya. Energi pada armor meningkat drastis. Beberapa bagian armor bahkan mulai memancarkan cahaya yang lebih terang dari sebelumnya. Zero mengangkat kepalanya. Tatapannya menjadi lebih tajam. Ia menebak. Jika Arcas mulai menggunakan kekuatan sejatinya — maka perang ini telah memasuki tahap yang jauh lebih berbahaya.
Napstylea sendiri tidak mau kalah. Ia memutar tombak peraknya. Cahaya metalik menyelimuti tubuhnya. Lalu lapisan armor baru mulai terbentuk. Satu demi satu bagian armor muncul dan menghubungkan dirinya dengan energi tombak. Mode tempur andalannya aktif. Silver Link.
Armor perak itu memancarkan cahaya dingin yang tajam. Napstylea menarik napas. Kemudian melesat ke depan.
*BOOOOM! *
Kecepatannya meningkat berkali-kali lipat. Para prajurit Hydra bahkan tidak sempat bereaksi. Tombak perak itu berputar. Lalu menghantam formasi musuh.
*KRAAAASHHH!! *
Puluhan prajurit armada Hydra terpukul mundur sekaligus. Beberapa kapal kecil bahkan terlempar keluar dari formasi mereka. Napstylea terus bergerak. Menusuk. Memukul. Menerobos. Seperti anak panah perak yang menembus lautan musuh.
---
Di kejauhan —
Hydra memperhatikan semua itu. Salah satu kepalanya tertawa. "Kalian mulai serius?" Senyumnya semakin lebar. "Bagus."
Pada saat yang sama — ia juga mulai melepaskan lebih banyak kekuatan.
---
Dan di seluruh penjuru Ursa Major — pertempuran terus meningkat.
Para petarung kuat mulai mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Armada baru terus berdatangan. Sistem-sistem bintang terus runtuh. Dan belum ada satu pun pihak yang menunjukkan tanda-tanda akan mundur.
Perang yang awalnya hanya tentang menangkap seorang pemberontak — kini telah berubah menjadi bencana yang mengancam seluruh konstelasi Ursa Major.
