Cherreads

Chapter 663 - Kedatangan Sea Goat

Perang di Ursa Major terus berkecamuk. Ledakan demi ledakan memenuhi angkasa. Armada pemberontak dan armada kekaisaran saling menghancurkan tanpa henti. Planet-planet di kejauhan memantulkan cahaya pertempuran yang menyala seperti badai bintang.

Di tengah kekacauan itu — Taurus masih berdiri diam. Bagaikan gunung raksasa yang tak tergoyahkan. Di telapak tangannya, Virgo duduk dengan wajah muram sambil memperhatikan perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

"Aku tidak suka ini…" gumam Virgo.

Taurus hanya mengangguk pelan. Meski terlihat tenang, bahkan dirinya mulai merasa perang ini berlangsung terlalu lama.

Tiba-tiba — keduanya menoleh ke arah yang sama. Mata Virgo membesar. Taurus menyipitkan matanya. Mereka merasakan sesuatu. Sebuah kehadiran yang sangat kuat sedang mendekat. Bukan Thraxor. Bukan Hydra. Bukan pula Pegasus. Aura itu berbeda. Sangat mereka kenal.

---

Lalu terdengar sebuah suara yang menggema di angkasa. Suara itu dipenuhi nada kesal.

"Aku jauh-jauh datang kemari — dan yang kulihat justru kalian bersantai saat perang sebesar ini terjadi."

Virgo langsung mengenali suara itu. "Oh tidak…"

Taurus hanya berkedip.

Sesaat kemudian — ruang di kejauhan beriak. Gelombang energi kosmik menyebar ke segala arah. Dan dari celah cahaya itu muncullah sebuah armada besar. Armada dengan lambang konstelasi Capricorn.

Di depan armada tersebut berdiri satu sosok yang sangat mencolok. Tubuh bagian atasnya menyerupai kambing bertanduk besar. Namun bagian bawah tubuhnya menyerupai makhluk laut bersisik yang anggun. Di tangannya tergenggam sebuah trisula emas yang memancarkan energi luar biasa. Matanya yang tajam mengamati seluruh medan perang.

Ia adalah — Capricorn. Salah satu Sacred Zodiac. Sang Sea Goat.

---

Kehadirannya langsung mengguncang wilayah pertempuran. Bahkan beberapa armada yang sedang bertempur sempat berhenti karena merasakan tekanan luar biasa yang muncul.

"Capricorn…" gumam Tyrannons dari kejauhan.

Sementara Thraxor menoleh dengan ekspresi datar. Hydra bahkan menghentikan serangannya sesaat untuk melihat pendatang baru itu.

Capricorn melayang perlahan di tengah ruang angkasa. Trisula emasnya bersinar terang. Aura yang dipancarkannya menyebar ke seluruh penjuru Ursa Major. Beberapa prajurit biasa langsung gemetar hanya karena merasakannya.

Virgo segera terbang turun dari telapak tangan Taurus. "Kau datang?"

Capricorn mendengus pelan. "Tentu saja." Tatapannya beralih ke perang yang masih berlangsung. Lalu ke Taurus. "Kau juga."

Taurus memiringkan kepala. "Apa?"

"Kau hanya menonton."

Virgo menahan tawa. Sedangkan Taurus tampak tidak mengerti mengapa dirinya dimarahi.

---

Capricorn menghela napas panjang. Ia lalu menatap kembali ke arah medan perang. Ekspresinya berubah serius.

"Aku tidak datang karena perintah Leo." Kalimat itu langsung menarik perhatian banyak pihak. Capricorn mengangkat trisulanya sedikit. "Aku datang karena perang ini sudah terlalu lama berlangsung."

Matanya menyapu seluruh medan pertempuran. Kapal yang hancur. Prajurit yang gugur. Wilayah Ursa Major yang mulai rusak. "Sudah terlalu banyak nyawa yang hilang. Kekaisaran. Pemberontak. Atau pihak mana pun. Semuanya terus menambah korban."

Suara Capricorn menggema ke seluruh penjuru medan perang.

Untuk sesaat — banyak orang berharap perang akan berhenti. Bahwa kedatangan Sacred Zodiac lain mungkin dapat mengakhiri semuanya.

Namun harapan itu segera sirna. Karena bahkan setelah Capricorn muncul — pertempuran tetap berlangsung. Ledakan masih terjadi. Armada masih saling menyerang. Kebencian dan tekad yang telah menumpuk terlalu lama tidak dapat dihentikan hanya dengan kata-kata.

Capricorn menatap pemandangan itu dengan wajah muram. Ia sudah menduganya. Dan itulah alasan mengapa ia datang sendiri. Karena ia tahu — menghentikan perang besar seperti ini — jauh lebih sulit daripada memenangkan satu pertempuran.

More Chapters