Di sistem bintang Antares. Pertarungan antara Ginga Stars dan Scorpios masih berlangsung. Planet-planet di sekitar mereka telah dipenuhi bekas kehancuran. Kawah raksasa. Retakan benua. Dan lautan energi yang belum sepenuhnya menghilang dari benturan-benturan sebelumnya.
Meski pertarungan terlihat seimbang — keadaan sebenarnya jauh berbeda. Di dalam kokpit Ginga Stars. Lampu peringatan berkedip di berbagai panel. Beberapa sistem mulai menunjukkan tanda-tanda kelebihan beban. Cadangan energi terus menurun. Dan angka yang muncul di layar membuat siapa pun yang melihatnya merasa tidak nyaman. Mereka hampir mencapai batas.
Berbeda dengan Proxi dan Arabels — Storm tetap terlihat santai. Bahkan terlalu santai.
"Ke kanan," ucap Storm. Ginga Stars langsung berputar. Menyikut rahang Scorpios.
*BOOOOM!! *
Monster Zodiac itu terlempar dan menghantam sebuah planet besar. Atmosfer planet tersebut langsung berguncang akibat benturan. Scorpios menggeram marah. Sebelum sempat bangkit sepenuhnya — Ginga Stars sudah kembali menyerang. Tinju raksasa mecha itu menghantam dadanya. Ledakan kembali mengguncang angkasa.
Meski energi mereka hampir habis — Storm masih mampu memojokkan Scorpios. Tetapi Proxi tidak bisa merasa tenang. Ia terus memantau layar energi. Dan setiap detik membuat wajahnya semakin pucat.
"Tuan Storm. Tingkat energi turun lagi. Tiga belas persen. Tidak. Dua belas." Beberapa detik kemudian. "Sebelas."
Proxi mengusap wajahnya. "Kita tidak bisa terus seperti ini. Kalau energi habis — Ginga Stars akan berhenti berfungsi. Itu bukan kemungkinan. Itu kepastian."
Arabels yang duduk di sampingnya langsung mengangguk. "Aku setuju." Ia menatap layar yang menunjukkan Scorpios sedang bangkit kembali. "Kita sudah membuktikan kalau kita bisa melawannya. Tidak perlu memaksakan diri." Arabels menarik napas panjang. "Lari bukan hal yang memalukan. Saat ini kabur adalah pilihan terbaik."
Namun Storm hanya tersenyum kecil. "Santai saja," katanya. "Kita belum kalah."
Proxi memejamkan mata. "Aku sudah tidak suka nada bicaramu."
Storm terkekeh pelan. Lalu menggerakkan kendali. Ginga Stars mendadak berbalik arah. Dan mulai terbang menjauhi Scorpios.
Arabels langsung berdiri. "Kita mundur?"
Storm mengangguk. "Kurang lebih."
Namun saat melihat arah tujuan mereka — Proxi langsung membelalak. "Tunggu. Jangan bilang..."
Arabels juga melihat layar navigasi. Lalu wajahnya langsung pucat. Karena tujuan Ginga Stars bukan jalur keluar dari sistem. Bukan juga planet lain. Melainkan — Bintang Antares.
---
Di luar —
Scorpios yang baru saja bangkit melihat Ginga Stars terbang menuju pusat sistem. Mata monster Zodiac itu langsung menyempit. Ia merasakan firasat buruk. Tanpa berpikir panjang — Scorpios segera mengejar. Kecepatannya meningkat drastis. Ia bahkan mengabaikan rasa sakit akibat pertarungan sebelumnya. Instingnya berteriak bahwa sesuatu yang gila akan terjadi.
---
Di dalam kokpit —
Arabels dan Proxi menatap Storm seolah sedang melihat orang gila. "Storm, apa kamu serius?" tanya Arabels.
Storm mengangguk. "Sangat serius."
Proxi menunjuk layar. "Itu bintang."
"Aku tahu."
"Bintang Antares."
"Aku juga tahu."
Proxi hampir berteriak. "Itu bukan sumber energi biasa!"
Storm tetap tenang. "Tepat sekali."
Arabels memegang kepalanya. "Apa kita akan melakukan hal gila itu?"
Storm tersenyum lebar. "Ya."
Kini keduanya benar-benar memahami rencananya. Rencana yang sebelumnya hanya dianggap teori. Sebuah kemungkinan yang bahkan tidak pernah mereka pertimbangkan untuk dicoba. Menggunakan sistem inti Ginga Stars — untuk menyerap energi bintang. Seperti sebuah lubang hitam.
Proxi langsung menggeleng keras. "Sama sekali tidak. Itu terlalu berbahaya."
Storm tidak membantah. Karena ia tahu Proxi benar. Menyerap energi bintang berarti memasukkan kekuatan yang hampir tak terbatas ke dalam tubuh Ginga Stars. Jika gagal — inti mecha bisa hancur. Jika lebih buruk — seluruh sistem Antares mungkin ikut terkena dampaknya.
Arabels menelan ludah. Ia bahkan tidak tahu mana yang lebih menakutkan. Energi habis. Atau rencana Storm.
Di layar depan — cahaya merah Antares semakin membesar. Mereka sudah sangat dekat. Sementara di belakang — Scorpios terus mengejar dengan kecepatan penuh. Monster Zodiac itu tidak tahu persis apa yang direncanakan. Tetapi satu hal yang pasti. Jika manusia itu benar-benar mencoba melakukan sesuatu pada Antares — maka hasilnya bisa menjadi salah satu peristiwa paling berbahaya yang pernah terjadi di galaksi.
